Siapakah Emmy sampai-sampai ada penghargaan Emmy Award ?
Bukan siapa melainkan apa ? tidak seperti penghargaan untuk teater ( Tony Award ) dan Film ( Oscar ), Emmy bukan diambil dari nama seseorang.
Di tahun 1948, ketua National Academy of Television Art and Science yang baru didirikan, Charles Brown, membentuk panitia untuk memilih peraih prestasi terbaik dalam dunia televisi tahun itu. Ia juga meminta saran nama serta simbol penghargaan yang akan diberikan.
Sejak awal, nama-nama yang paling banyak diusulkan berbau teknologi. Iconoscope (ikonoskop – tabung kamera televisi tipe awal ) mula-mula paling disukai, namun panitia takut nama itu dipendekkan menjadi “ike”. “ Tilly “ (plesetan untuk televisi) juga diusulkan, namun tidak disepakati. Harry Lubcke, seorang insinyur pelopor televisi dan belakangan menjadi ketua akademi (1949-1950) menawarkan “Emmy“ plesetan untuk image orthicon tube ( komponen paling canggih kala itu), dan ini diterima.
Patung untuk penghargaan ini dirancang oleh Louis McManus, yang menerima keanggotaan kehormatan seumur hidup ( gold lifetime membership ) di akademi tersebut dan salah satu dari enam patung kecil yang dihadiahkan pada acara pemberian Emmy Award pertama pada 25 Januari 1949. Sewaktu McManus maju untuk menerima penghargaan, acaranya dikenang karena yang dikatakan kepadanya adalah, “Louis, here she is… our baby. Ia akan tetap disini lama setelah kita tiada.” Malahan, Emmy Award tetap ada walaupun image orthicon tube tidak digunakan lagi.
Mengintip ke bawah tanah
Pada tanggal 13 Agustus 1971 ( diyakini itu hari jumat ), iblis mengundang jutaan setan dari seluruh penjuru belahan dunia bagian barat Amerika untuk menghadiri Konvensi Penciptaan Kekacauan yang diselenggarakan 300 mil di bawah tanah Texas. Udara hari itu panas sekali bahkan di permukaan tanah sekalipun, dan semua undangan wajib hadir.
“ Rekan-rekan,” setan mengawali pidatonya, “kita telah meraih beberapa kemenangan. Kita telah berhasil memecah-belah beberapa gereja dan membakar beberapa Alkitab dan kita telah membuat mereka kembali berdebat tentang musik seperti yang kita lakukan pada tahun 1600-an. Aku mengucapkan selamat kepada kalian atas pekerjaan yang buruk itu!”
Setan-setan mulai melontarkan anak-anak panah berapi kepada satu sama lain dan mencemooh dengan keras. Sambil mengangkat tangannya, setan menenangkan antusiasme mereka itu. “Tetapi mari kita akui – walaupun tidak seorangpun diantara kita menganggapnya mudah,” ia melanjutkan. “Kita belum berhasil menghentikan orang-orang kristen itu agar tidak membaca Alkitab mereka, mengasihi tetangga mereka, atau menyembah Allah. Sudah waktunya kita mencoba sesuatu yang lain.”
“Apa misalnya?” teriak setan kecil buruk rupa namanya adalah “Hal”
Setan mengeluarkan bunyi tawa panjang dan sinis, lalu mengoreksi catatannya dan menyapu pandangannya ke seluruh auditorium yang gelap-gulita itu. “Kita akan perlahan-lahan mengalihkan perhatian mereka,” jawabnya. “Kita akan menjauhkan mereka dari Allah dengan membuat mereka terlalu sibuk dengan perkara-perkara lain. Oh, biarkan mereka pergi ke gereja tetapi mulailah mencuri waktu mereka. Jika mereka tidak punya waktu untuk memelihara relasi dengan Yesus, kita berhasil.”
“Tetapi bagaimana?” teriak si buruk Hal, yang masih gemetaran mendengar nama itu. “Bagaimana kita dapat mencuri waktu mereka?”
“Definisikan ulang arti sukses bagi mereka. Ini bukan lagi mengenai orang-orang atau kesetiaan, ini mengenai barang-barang. Buat mereka menyamakan sukses dengan barang-barang. Buat mereka terus meminjam, meminjam dan meminjam. Turunkan suku bunga primer. Ganti teras depan dengan garasi. Yakinkan mereka bahwa mereka memerlukan rumah yang lebih besar dan lebih banyak mobil. Buat para suami dan isteri bekerja lebih lama agar mereka dapat membebaskan diri dari hutang dan buat mereka semakin jarang bertemu dengan anak-anak mereka. Aku telah membenci keluargasejak awal mulanya. Ide ini mungkin bisa berhasil.”
“Hanya itu?” teriak setan lain di bagian belakang.
“Tidak, aku baru saja mulai,” kata setan, yang disambut dengan cemoohan dan teriakan penuh antusiasme lain.
“Buat mereka merasa nyaman dan puas diri. Butakan mata mereka terhadap kebutuhan sesama. Dan maukah seseorang menciptakan semangka tanpa biji? Mereka mendapat kesenangan dengan meludahkannya. Aku benci jika orang-orang kristen tertawa.”
“Apa lagi, apa lagi?” cemooh Hal, sebelum dilempar dengan telur busuk.
“Buat keheningan menjadi sesuatu yang menakutkan. Ciptakan begitu banyak kegaduhan sehingga mereka tidak dapat mendengar suara Allah yang hening dan lembut. Setel musik di restoran-restoran dan supermarket-supermarket, penuhi pikiran mereka dengan saluran televisi 24 jam, ciptakan sesuatu yang lebih baik daripada 8 track yang mengerikan itu dan buat musik tetap membahana. Sound system di mobil kita sudah jelek – lakukan sesuatu dengan benda itu. Jumlah junk-mail masih belum cukup, jadi perbanyak. Dan kita membutuhkan lebih banyak saluran televisi. Bagaimana dengan saluran untuk berbelanja? Lihat apa kalian bisa melepaskan diri dari saluran Golf, walau aku meragukannya. Tawarkan produk-produk gratis dan undian-undian dan acara liburan serta sistem penjualan bertingkat(MULTILEVEL). Bujuk mereka untuk pergi berlibur secara berlebihan dan kembali dalam keadaan bangkrut. Jauhkan mereka dari alam. Biar mereka beristirahat di taman-taman hiburan, event-event olahraga, dan bioskop-bioskop, dan maukah seseorang semakin menambah sumpah serapah di Hollywood? Masih belum cukup banyak sumpah serapah. Hal, kau urus itu.”
Anda hampir-hampir tidak dapat mendengar setan di tengah riuhnya antusiasme. Tetapi ia masih belum selesai.
“Percepat dunia!” teriaknya mengatasi gemuruh suara pengikut-pengikutnya. “Jangan berikan orang-orang kristen waktu untuk berpikir. Atau beristirahat. Buat mereka terlalu lelah untuk berjalan bersama Allah. Terlalu letih untuk mengulurkan tangan membantu sesamanya. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang baik – dengan program dan bagan-bagan serta laporan tetapi jangan biarkan mereka bersandar pada Kristus. Biar mereka pikir mereka dapat mengandalkan kekuatan mereka sendiri. Buat mereka mengorbankan kesehatan dan keluarga mereka dan Allah mereka demi kesibukan. Lalu mereka akan menjadi milik kita, ha, ha, ha.”
Menimpali tawa sinis setan, setan-setan mulai menghentak-hentakkan kaki dan bernyanyi, “We will, we will, rock them.”
Sebagian orang mengatakan sambutan itu masih berlangsung hingga saat ini. Mungkin anda mulai mendengarnya.
“I LOVE YOU…”
KapanLagi.com – “I love you…”, apa yang terlintas di benak Anda ketika ada seseorang yang mengatakan itu? Gombal! penuh rayuan! sok manis! dasar buaya ah apalagi ya? Yah gitu deh, pastinya hal-hal negatif langsung menari-nari di benak kita. Memang sih hal itu realistis juga, apalagi jika kita pernah kecewa dan disakiti.Tapi tunggu dulu, dengarkan cerita Celena, gadis kecil yang mengenal arti cinta yang indah dan tak terlupakan sepanjang hidupnya. Celena adalah gadis kecil berusia 10 tahun, sedang beranjak dewasa, dan selalu ceria. Ayah dan ibunya adalah team yang selalu kompak. Bisa dikatakan pasangan serasi yang selalu penuh cinta.
Setiap detik dan menit mereka tak pernah berhenti mengungkapkan perasaan betapa mereka sangat mencintai pasangannya, dan putri kecilnya. Kecupan manis bertebaran di mana-mana. Seringkali pasangan ini ditanya oleh temannya, “apakah kalian tidak bosan selalu mengatakan cinta satu sama lain?”,”Memangnya kalian tidak pernah ketemu setiap hari?”,”Seperti baru pacaran saja”,”Sok romantis!”,” Menjijikkan” , dan lain sebagainya.
Celena terbiasa dengan ungkapan cinta yang selalu diucapkan ayah dan ibunya, sampai suatu waktu ia terngiang-ngiang perkataan yang selalu dilontarkan teman-teman ayah dan ibunya. Pernah juga Celena dicibir teman-temannya tentang hal itu. Sampai suatu pagi, Celena duduk diam di meja makan tanpa berkomentar dan tak menyentuh sarapan paginya. Ketika Ayah dan ibunya bertanya Celena hanya diam.
Ia kemudian mengambil tasnya dan bergegas berangkat ke sekolah. Ibu Celena mengejarnya, “Celena, ada yang tertinggal sayang”. Celena berhenti sejenak, ibunya mengulurkan bekal sarapan yang tadi tak disentuhnya, “Ini bekalnya, Ibu mencintaimu Celena”, saat ibu Celena ingin mencium kening Celena tiba-tiba Celena berteriak, “Ibu, kenapa sih selalu bilang Ibu cinta aku? Aku tau ibu sayang aku, tapi tidak bisakah ibu berhenti mengucapkan hal itu? Aku bosan bu! Aku malu!” Celena berlari menuju sekolahnya. Ibunya hanya terdiam meneteskan air mata dan berbisik, “Ibu sayang kamu Celena.”
Hari itu rupanya hari terakhir Celena bertemu dengan ibunya, Celena tak pernah tahu bahwa ibunya menderita kanker selama ini. Keceriaan dan semangat cinta ibunya menutup semua rasa sakit yang dirasakan ibu Celena.
Ayah Celena memeluk dan menghapus air mata yang menetes di pipi Celena. Ia kemudian bertanya, “Celena mengapa bersedih? coba apa yang dikatakan ibumu tadi pagi?”, dengan terisak Celena menjawab, “Ibu mencintaiku ayah.” Ayahnya yang masih memeluknya dengan tersenyum berkata, “beruntunglah kita Celena, saat terakhir ibu meninggal di pelukan ayah, ia juga mengatakan hal yang sama, dan ayah tak pernah menyesal, karena selama ini ayah sempat mengatakan hal yang paling indah untuk ibu, bahwa ayah mencintainya. “
Celena menghapus air matanya dan kembali tersenyum. Selagi ayahnya masih ada di sampingnya, Celena berkata, “Ayah, aku mencintaimu. ” Dan seterusnya Celena sering mengatakan cinta pada ayahnya, tanpa rasa malu, tanpa rasa ragu, hanya perasaan sungguh-sungguh dan ketulusan.
Sekarang, masihkah kalimat “Aku mencintaimu” menjijikkan bagi Anda? Jangan pernah ragu mengatakan kepada semua orang yang Anda cintai bahwa Anda mencintainya. Karena kalimat itu sungguh berarti jika Anda tulus mengucapkannya. (kpl/bee)




